Jadi Gini Yaaa Rasanyaa...

perjalanan kehidupan …
cieeeee…sok tua nih pembukaannya..hahaha…
rasa menuju pendewasaan, bukan berarti dari kemaren kemaren gak dewasa yah, tapi ini mengarahkan kepada dimana masa-masa seperti ini akan dirasakan. Yang tadi nya Cuma sekedar mendengar cerita teman kini dirasakan juga gimana rasanya. Sebenarnya sih ini bukan lah kendala ataupun masalah berat dalam hidup hingga membuat kita menjadi terganggu. Tapi ini adalah fase dimana kita tumbuh dan pasti akan terjadi.

Dimulai dari kegelisahan aku setelah lulus. Seharusnya lulus mempunyai planning besar dong, atau mempunyai harapan dan cita-cita yang harus di raih. Tapi kuliah ku kemarin dengan gelar diploma III membuat ku bingung, tahu kenapa aku bingung??... karena ketidak menguasai nya dibidang yang aku ambil, dan memang hampir rata-rata alias tidak semua orang tepat pada jurusannya. Jika aku melamar pekerjaan sesuai dengan jurusan yang aku ambil, huummmm betapa tidak terampilnya aku di bidang itu, bisa-bisa itu sama saja mempermalukan diri sendiri. Dikarenakan kebanyakan orang selalu berpendapat, jika dia mengambil jurusan A maka ia pun bisa (meski tak semua) tapi ketika dia tak dapat menyelesaikan dengan baik suatu masalah dengan jurusannya makan langsung di cap seperti demikian “masaa ambil jurusan A tapi hal mudah kayak gini aja kok gak bisa, dengan kata lain kita bodoh”…heemm..

Namanya juga proses menuju pendewasaan dan mengejar karier, yaa jadi penuh pertimbangan kayak gini, mencari jati diri dan terus menggali potensi. Bagaimana jika kita bekerja tidak sesuai dengan jurusan atau terpaku bahkan mandet hanya karna usia (misalnya) atau terlalu banyak menghabiskan waktu berharga, maksud ku terlalu banyak membuang waktu di tempat yang belum bisa membuat kita berkembang.

Kita masih muda dan mempunyai cita-cita dan semangat juang. Mengukir nya demi masa depan. Terkadang suatu pekerjaan yang bukan menjadi bakat kita, maka bakatilah.. cintai pekerjaan yang menjadi milik kita sekarang, pelajari dengan baik hingga kita menjadi bakat. Tapi apakah salah ketika kita bekerja dan hanya bekerja dengan tujuan menyambung hidup (survive) dengan kata lain sekedar bekerja yang penting bekerja.

Melakukan pekerjaan dan yang penting aku bekerja dengan benar, aku mau pun perusahaan mempunyai timbal balik yang saling menguntungkan. Itu juga jika kita memang benar-benar di untungkan, tak hanya kerja keras kita atau pun pengabdian kita terhadap perusahaan tersebut. Terkadang seluruh waktu dan tenaga kita diberikan dengan ikhlas, tapi nyatanya ada juga perusahaan yang “pintar”, menjual janji manis sehingga kita terbedaya olehnya hingga membuang waktu kita untuk sesuatu yang belum tentu atau bahkan tak kan bisa kita dapatkan. Pengabdian yang tak mendapat “penghargaan” atas usaha kita namun “hukuman” yang kita dapat. Yaaa begitu lah, sudah banyak bukan .. seperti cerita dari teman-teman atau sekarang yang kita alami. Jika begitu dari mana kata semangat bisa di dapatkan, jika kata berkerja saja datar dan hanya untuk bekerja saja namun tak mau membangun nya menjadi lebih baik. Dengan kata lain tidak care yang penting kerjaan kelar.


Kita masih muda, jiwa yang fresh dan enerjik… akan begitu banyak kesempatan emas diluar sana jika terus mencoba, karna keberhasilan itu pasti dan bagaimana cara kita membuat keberhasilan itu menjadi kepada diri kita.

****
Sekarang aku berpendapat sebagai seorang perempuan… jiyeeeeeee
Ketika lulus, mempunyai ijazah maka dengan apa yang kita miliki sekarang kita akan mencari lagi yang lebih baik atau membuat nya lebih baik lagi untuk ke depannya. Mencari atau meningkatkannya menjadi lebih baik, mendapatkan posisi yang jelas, pekerjaan dengan job desk yang jelas, penghasilan yang cukup disertai tunjangan nya.dan yang terpenting adalah baik untuk mengembangkan masa depan, karna kita kan tidak selamanya menjadi single dan muda. Kelak kita akan menikah lalu hamil dan mempunyai anak, mengurus suami dan kebutuhan pun semakin meningkat. Dan sampai berapa lama kita akan bekerja menjadi orang yang di gaji….

Disamping menjadi orang dengan yang di gaji, kelak aku juga kepingin mempunyai suatu usaha, tidak hanya terus menunggu tiap awal bulan, yaaaa…bisa juga ini penghasilan tambahan tapi bukan karna rasa terdesak tapi dikarenakan rasa senang akan sesuatu tapi menghasilkan.

Oia aku pernah baca suatu artikel hmm..lupa sumbernya dari mana tapi ini artikel bagus yng sungguh membangun (nanti aku posting deh) judulnya kerja ikhlas sama dengan kerja bodoh, sepintas dari judulnya kupikir ini adalah salah… jika kita kerja ikhlas maka kita bodoh (menjadi orang yang merugi) tetapi ternyata salah, karna dari keikhlasan itulah mengapa banyak orang berpendapat ikhlas sama dengan bodoh apalagi di Jakarta seperti ini. Yang terus mencari celah untuk mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang banyak bagaimana pun itu. Heheehhe kok itu terdengar licik yah menurut ku. Selama kita menyukai apa yang kita lakukan dan memuaskan hati yaaa…..kenapa tidak. Karna kepuasan hati itu mahal.. bukan dinilai dari mata uang dalam jumlah banyak, dengan sangat murah atau tanpa mata uang yang kita bayarkan pun kepuasan hati itu bisa kita dapatkan.

***
Jadi gini yaa rasaanya?....
Ketika kita meranjak dewasa, sudah lulus kuliah kemudian bekerja dan punya pacar lalu mau apa lagi??
Ketika para ibu-ibu kerap bertanya yang suka menjurus kearah pernikahan. Ketika mereka menanyakan usia maka berpendapat sudah pantas dan seharusnya. Ketika teman-teman kita sudah menuju ke gerbang kebahagian dan hidup baru tersebut, dan ketika makin banyak orang yang menanyakan “kapan akan menyusul?” sekilas sewaktu aku belum melewati fase seperti ini mendengar cerita teman yang usia nya lebih di atas aku, aku hanya berkomentar datar, dan sekedar tau dan “oooh gitu yaa..!!” tapi kini aku alami, pantas saja ada yang bosan dengan pertanyaan sama seperti itu… hehehee..bukan berarti aku ingin cepat-cepat alias udah ngebet yaa..meski orang yang menanyakan hal tersebut pun kemudian, “ooo masih 21 ya, kalo udah siap mah kenapa gak..yaa kalo belum siap di usia 25 (misal) pun perempuan mah gak apa-apa, masih pantas dan bisa”. Tahu arti kata pantas, pasti pernah dengar istilah perawan tua donk atau gak laku-laku (amit-amit deeh, jangan sampe), kenapa yaa kebanyakan orang mendengar wanita dengan usia tersebut, itu udah siap banget dan tak perlu menunggu lama lagi dengan banyak pertimbangan, bahkan nikah muda pun lebih enak (katanyaaaaa…) dengan alasan ketika anak sudah besar orang tuanya pun belum tua-tua banget, hampir bisa dikatakan seperti kakak adik..hehhe (ohh yaa..).

Tapi nikah muda, bagaimana dengan emosi nya? Terkadang masa muda itu egois masih tinggi.. (hehehehe) jadi ada juga nikah muda yang sukses bisa membangun rumah tangga nya menjadi harmonis sampe tua (kalo berantem dan beda pendapat sih itu pasti yaa…Cuma bagaimana cara kita menyepakai ajah heheh, yaaa begitulah pandangan saya meskiiiii belum pernah yaa… kan aku masih single tapi punya pacar :D ) dan ada juga yang berujung pada perceraian (sambil getok meja “amit-amit deh jangan sampe”)

Kadang juga kalo denger teman kita segera menikah… senang tapi berpikir, hmm “aku kapan yaa…” heheheh gak naif toh, wanita mana sih yang gak mau menikah, yaa nda?.. memang nya ada ya wanita yang terus menerus ingin sendiri, kalau adaa pasti dikiiiit banget, dan alasannya pun bikin kita mikir puuaanjaang (hahahaa ngabisin waktu aja donk mikirin kehidupan orang hehhe)

Sekaraang…
Aku jalanin ajalah sesuai dengan prosedur nya heheh (maksud looo..) yaa aku jalanin apa yang aku yakinin, mendapatkan kehidupan yang lebih baik, yakin ma pacar mudah-mudahan itu jodoh kita yaaa.. karna aku sendiri ogaah gonta-ganti pasangan, kalo cocok yaa di jagaa sampe benar-benar kecapai menuju gerbang kehidupan yang baru :D amiiiin… (do’a selain kesehatan, kesuksesan dan rejeki de el el.. yaitu mendapatkan pendamping hidup)

Dan sekali lagi, masih banyak yang harus kita lakukan hingga benar-benar siap, jika hanya lahir dan batin siap tapi materi belom, mboo yaa buat apa tooh… sampee siap semua nya lah. Tapi jangan kelamaan juga yaa hehehe. Jadi inget kata temen dulu, dengan kata arti mapan, sebenarnya apa sih arti mapan tersebut, ini terlebih di tujukan untuk para pria. Kata mapan dan siap.. artinya benar-benar siap khususnya dalam hal materi, tapii menurut teman aku, kita tidak akan mendapatkan kata mapan jika kita tidak mau mencoba, kalau terus mengumpulkan materi sampai banyak, letak kemapanan itu dinilai sampai mana? Karna sebagian orang berpendapat kata mapan itu, tabungan cukup, punya rumah, kendaraan layak ada (terlebih semua itu bagus sekali dalam pandangan wah….maksudnya materi yang berlimpah), karna jikalau menikah menunggu kata mapan terus sampai kapaaan..semua itu akan terwujud, semua nya kan butuh waktu, dan karna menikah itu berarti membuka pintu rezeki, jadi jangan pernah takut, Allah sudah mengaturnya, dan menikah itu pun tak perlu mewaaah sekali, jadi haruskan menunggu sampai mapan untuk menikah??... kembali pada diri masing-masing lah kalau begitu.

Jodoh itu kan di tangan Allah SWT, maka saya percaya dan tak pernah takut, bukan hanya jodoh tapi rezeki dan juga kematian dan itu pasti. Hanya dimana letak usaha kita. Usaha cari jodoh jika udah dapet calonnya tinggal usaha melegalkan hubungannya, usaha membuat tubuh kita sehat, terhindar dari penyakit dan selalu berhati-hati (kematian) yaaa memang kalau sudah saat nya juga pasti akan terjadi, tetapi, apakah kita akan mengabaikan kesehatan jikalau kita akan meninggal, gak donk… dan rejeki, usaha kita mencari rezeki yang halal untuk kehidupan yang lebih baik, kalau mau hidup enak yaa kerja keras toh..tapi halal yaa (inget tuh)

Panjang juga yaa curhatnya hehehee.. :D jarang-jarang juga nii mood nulis panjang kayak gini..

Label: