Broken Heart

Mungkin bisa di bilang saya agak berlebihan dalam mencintai seseorang ini, ketika bumbu kesetiaan teracuni oleh penghianatan,  ingin rasanya kembali pada pelukan hangat seorang ibu, keceriaan sebuah keluarga dan tentunya selimut kesayangan. Yang telah ku miliki dalam sekejap hilang, yang selama ini kujaga dan kurawat kini telah hilang.
Apa yang salah? Dalam benak muncul begitu banyak pertanyaan..saya bagai penjelalaj yang kehilangan kompas..mencari sudut ruang yang kucari tapi tak pernah ku dapati.
Sahabat, dia bagai pelangi setelah hujan badai. Entah apa jadinya saya jika tanpa mereka..
.
Seketika dipagi hari itu, saat mata sembab mulai membuka mata untuk pertamanya dalam hari yang mungkin suram bagiku..pikiran dan jiwaku tak terarah, tak jelas mau ku apa. Ranai air mata terus memuncak, hingga sesak ku dibuatnya. Diseberang sana terdengar suara sahabat yang dengan ceria. awalnya dia pikir ini hanya lelucon, setelah isak tangisku tak kunjung berenti ia mulai menurunkan nadanya menjadi panik.
Walau ia hanya sebentar datang melihat keadaanku, sesekali tangannya membelai rambutku pertanda aku harus lebih tegar. Saat itu rumahku sunyi hanya saja hatiku yang lebih sunyi, hancur berantakan dan telah berhasil di porak porandakan.
Waktu berlalu, ku usap air mata ku dan mulai menyusun langkah..
Teriknya siang kala itu tak membuatku berpikir panjang, mataku masih sembab, suaraku serak, tenagaku menjadi lemah dan kurang semangat.
Pondok gede - slipi ...perjalanan pertama ku sendiri menuju rumah Mama, dengan penuh harapan dan do'a yang kupanjatkan disanalah (mungkin) aku dapat petunjuk pasti. Ingatanku masih jelas, Allah memberiku petunjuk jalan untuk sampai rumahnya.
Segala keluh kesah kusampaikan padanya, sambil tersenyum menyimpan luka. Nafsu makanku bukan lagi berkurang malah hampir hilang, berat badan turun tanpa usaha yg sehat. Gairah hidup seperti tidak ada. Ibaratnya seperti "hidup segan mati tak mau" ..
Satu kata yang terucap, begitu banyak fakta yang terungkap, dan sungguh membuat ku tidak percaya. Hati seperti apakah makhluk ini tercipta, yang pandai memainkan perasaan sesuka hatinya, merasa dirinya paling hebat, paling cakep seantero...huhh
rintihan hati ini selalu berucap istighfar, aku memang makhluk yang paling lemah, mungkin ini peringatan dan petunjuk untukku.. Yang mencintai sesama melebihi cintaku pada sang pencipta..

Melewati masa-masa 'indah' bersama mereka, ketika air mataku tak lagi mengucur deras dan sembab, ketika suaraku melemah, ketika aku tak menyentuh sumber enegi energiku, ketika aku tak sanggup melihat matahari dan ketika aku sanggup untuk bisa ikhlas... Mereka mengubah semuanya dengan tawa, membuang waktu yang tersita kini terbayarkan.

Angin pantai, menikmati sunset, sebotol minuman, sebatang rokok...menemani kebersamaan kita...
Sebuah taman, duduk antara pepohonan, menikmati lalu lalang orang yang melintas didepan kita..sampai tak terasa waktu terbuang hingga larut malam...bangku taman menjadi saksi bisu kita *jiaaahhh*
Sepotong pizza hangat dengan soft drink memanjakan perut yang lapar dilarut malam, bertemu teman lama bersapa dan senda gurau
Ini bukn efek stress kehilangan cinta, ini adalah waktu yang terbuang karna cinta...karna begitu banyak cinta yang telah hadir disini..
Sepanjang jalan Taman menteng - Taman Surapati - Ancol - Kemang ...menjadi perjalanan yang tak terlupakan

Ah Rasanyaa ingin menikmati kembali suasana itu (ups...bukan broken heartnyaa tapi jalan2 nya hehe :p)...

Miss yu guys ^^
muuaacchhh :*
 
dedicated for my sister

Label: