Kepada Malam..

-->
Kepada malam tanpa bintang, dalam kegelapan dengan cahaya rembulan, ditemani alunan nada indah dan selimut hangatku. Aku pasrahkan tubuhku pada kasur yang tergeletak. Mata ku terus menjuru kesegala arah, otakku tak berhenti untuk berpikir, hati ku kini menjadi gundah gulana, perasaanku kini sulit untuk dituliskan diatas kertas putih, pena ku tak kunjung torehkan tintanya, hati ku terus berbicara, namun bibir ku terhenti tanpa ucapkan sepatah kata, seketika itu air mata ku mengalir, kucoba pejamkan mata untuk tenangkan diri, kucoba untuk lebih mengendalikan diri dan bersabar..

Kala itu angin bertiup lembut membelai rambut panjangku.

Kepada malam tanpa bintang, sampaikan rasa ku padanya, rindu teramat untuknya. Hari ini telah ku lalui bersamanya, sehari penuh bersama sang kekasih. ditiap detiknya, aku hanya bisa pancarkan kasih padanya walau tak sempat berucap, aku pandangi wajahnya saat ia tertidur pulas, berulang kali aku membelai rambutnya dan kecup keningnya.

Angin pantai, debur ombak di malam itu. Perbincangan yang tak berujung, rasa ku tak mampu ungkapkan ego ku, berulang kali aku hanya bisa terdiam di tengah temaram lampu, sesekali menatapnya lalu ombak. Pikiranku seperti ombak yang kala itu, ku tatap kosong, entah apa yang menjadi inginku. Rasanya cintaku terlalu besar, berusaha tuk padamkan amarah dan aku mengalah, yaa... Keadaan lah yang seperti ini, aku mengerti, jika sabar ada batasnya mungkin ini hanya gejolak yang baru dimulai. .

Sepanjang perjalanan di dermaga, lagi-lagi aku hanya bisa menatap kosong ombak, pikiranku layaknya di ombang-ambing, aku bukan hanya bingung tapi entah bagaimana harus ku ungkapkan, aku mengerti situasi ini tapi aku butuh ego ku. Lagi-lagi aku terdiam, suasana kaku, ini bukan perjalanan yang kuharapkan. Saling menunggu untuk melempar pertanyaan. Bagaimana bisa..? Sudah berapa lama kita kenal?... Sudah berapa lama?... Kita bukan lagi sepasang kekasih yang sedang pendekatan, sedang ingin menyelami satu sama lain,saling terdiam menyimpan pribadi masing-masing, dan dipenuhi rasa yang bergejolak yang indah. 

Ah.... Angin malam kau berhasil kalahkan ego yang kuinginkan, kau berhasil buat ku terdiam tapi tersenyum, kau sedikit berhasil mencairkan semua. Tapi hati ku masih ingin menangis, entah apa mau ego ku.

Kepada malam tanpa bintang kusematkan ikhlasku pada hari yang berlalu, pada angin malam yang menghempaskan ego ku, pada cinta yang ..................

Yang tak kan pernah ku lepaskan.  maafkan ego ku, inilah jalan dimana kau harus tetap tersimpan untuk menjadi buah yang manis dari kesabaran.

Someday....................................



Label: ,