Malam (ku)

Malam, 
Aku sandarkan kepedihan hati pada mu, walau terus air ini membasahi pipi ku.
Bulan,
Temani aku yang merindukan dia, entah siapa dia.
Bintang,
Dengarkan cerita ku yang tak berujung, cerita ku yang tak pernah aku tahu mulai dari mana.

Rasa sayang menutupi logika, mengalahkan rasa cinta ku pada sang pencipta. padahal ini hanya sesama insan manusia biasa. kini ketika aku di buat luluh lantah hanya kepada Engkau aku berserah. sungguh, andai sedari awal aku meyakini, andai sedari awal aku menyadari apakah akan seperti ini. aahh.. aku sesali sungguh tiada guna, permainan yang ku mulai kini malah tiada berujung, akhir yang ingin ku tawarkan dibuat semakin membingungkan. keyakinan dengan logika seperti apa lagi yang harus kulihat, keyakinan seperti apa lagi yang harus ku percaya, ketika semua membutakan mata hati, ketika semua tampak samar. lalu, keyakinan hati apa yang mampu meruntuhkan semua. 

Saat semua terlelap, hingga aku tak pernah sanggup memejamkan mata, hingga air ini tak kunjung henti menyesali. sekali ku terpejam hati menjadi gundah gulana, gelisah tak terarah. hanya kepada mu, dalam sudut ruang gelap aku menyerahkan seluruh jiwa dan raga-ku. setiap nyanyian suci yang terucap. berikan aku ketenangan hingga aku bisa melangkah untuk hari-hari ku, berikan aku kekuatan sehingga aku bisa melewati setiap ujian yang kau berikan, berikan aku ketabahan untuk menerima semua ini, berikan aku kesabaran  dan hati yang lapang untuk menghadapi semua ini. 

Sungguh satu-satu nya yang kini ku yakini dan ku percaya hanya janji-Mu, bahwa akan ada hal indah setiap air yang membasahi pipi ini, bahwa akan ada kejutan tak terduga yang Engkau hadirkan. hanya Pada-Mu hanya kepada Allah swt, tempat dimana aku mengadu. yaa.. hanya kepada-Mu. semua pertanyaan ini akan terungkap dengan jelas.

Bismillah...


KutipanSenja

Label: