Kepo-in Masa Lalu, Please deh...!


Kenapa sih harus selalu ingin tahu, padahal keinginan tahu yang terlalu besar pada masa lalu seseorang itu sebenarnya bagaikan sengaja luka-in tangan sendiri pake silet. udah tau bakalan sakit tapi tetep aja kan dilakuin. atas dasar tanpa tujuan yang jelas ingin mengetahui lebih lanjut apa yang pernah terjadi di antara mereka. dan membandingkan kejadian sekarang yang sedang di alami, intinya hanya compare. apakah sama atau bahkan jauh beda. jikala-pun beda tapi menjadi lebih baik akan ada rasa kesenangan tersendiri dan merasa special, apabila jauh berbeda pada sisi negative, menimbulkan banyak tanda tanya dan berprasangka buruk. pasti diaa...?? pasti diaa...?? bla bla bla...

Google, menurut temen gw google itu seperti tuhan kedua, ketik sebuah kata yang kau inginkan maka mesin pencari terpintar tersebut pun akan mengeluarkan informasi yang kamu butuhkan. termasuk masa lalu seseorang yang tercatat pada coretan dunia maya. contohnya : Social Media, seperti Facebook dan Twitter pun bisa di lacak hanya untuk sekedar mengetahui seseorang dari masa lalu seseorang. seperti hanya ingin mengetahui fisik orang tersebut yang sedang dikepo-in, apakah lebih cantik, ganteng, biasa aja, jelek, kurus, gendut, tinggi, pendek, hitam atau putih. kalau lebih cakep malah minder, kalau jelek malah seneng. kemudian status status apa yang pernah di share, photo-photo apa yang pernah di upload. hmmm... *sigh

Jadi, buat apa.. kepo-in yang gak penting seperti itu, buat apa..kalau pada akhirnya akan mengubah pandangan baik dan positive yang sudah tertanam. 
mungkin dulu dia pernah selingkuh terus jadi parno dan trauma kalau nanti bakalan diselingkuhin lagi. 
mungkin dulu dia pernah disakiti sama pasangannya makanya sekarang sikap dia ke kamu gak kayak mantannya dulu. 
mungkin dulu dia pemakai obat-obatan terlarang dan baru diketahui setelah search sana sini akhirnya kamu kecewa dan punya rasa takut yang berlebih.
mungkin dulu dia pernah punya anak di luar nikah dan akhirnya anak yang tidak berdosa tersebut di gugurkan, diketahui setelah search sana-sini dan akhirnya merasa seperti punya jawaban sendiri mengapa doi bisa seperti itu.
kemungkinan-kemungkinan dulu seperti itu yang tersimpan pada coretan dunia maya yang telah kita baca dan menarik kesimpulan sendiri, yang terkadang kita enggan untuk menanyakan lebih lanjut kepada seseorang tersebut. Yang artinya menjudge tanpa harus mendengarkan alasan mengapa seperti itu. Hanya ingin tau sih boleh ajaa, tapi buat apa kalo sampe jadi berpikiran yang enggak2 dan sampe suudzon sama orang :p

andai kalau kita mengaca pada diri sendiri, apakah diri kita sudah benar, sudah baik.. kita pun punya masa lalu juga kok, masa lalu yang kelam, yang hanya kita sorot pada ke-kepo-an kita terhadap seseorang. apakah setelah kita mengetahui masa lalu seseorang tersebut akan mengubah masa kini yang sedang kita jalani untuk menuju masa depan, setiap orang itu bisa berubah kok. gak selamanya buruk akan menjadi buruk, dan kalaupun trauma apakah harus selalu trauma. berhati-hati boleh tapi jangan sampai ia menutup mata-mu dari apa yang baik untuk-mu, sehingga menutup ketulusan seseorang hanya karena Trauma.



Tweet @NikahHEBAT : Jika ingin hidup BAHAGIA, jangan memakai kata trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini

Masa lalu yang indah atau pun yang buruk tetap lah menjadi masa lalu, yang kita simpan pada kotak bernama kenangan untuk menjadi pembelajaran (Anonim)

Masa lalu adalah masa lalu (past), masa depan adalah masa depan (future). Tetapi masa kini adalah hadiah. Oleh karena itu disebut present
We live for today…so don’t look back (Anonim)

Label: ,