Seminggu yang lalu..

Dahulu kala ada cerita dari seorang perempuan yang tinggal di tengah hutan jauh dari kota dan keramaian, hanya berteman dengan burung-burung kecil yang selalu hinggap pada daun jendelanya..
akan tetapi
bukan cerita nenek-nenek kesepian itu atau bahkan putri salju, hansel dan gretel dan bukan juga cinderella.
tapiiii.... *eng ing eng..

Heheh pembukaannya udah mirip kaya cerita dongeng-dongeng ala luar negri belom ya, tapi bukan potret itu yang dimaksud, ini tentang masalah hati :) *ajieeeh..

**
Sebuah karton segi empat berlapis kertas berwarna hijau ke-emasan dengan pita putih, di tiap sudutnya terukir gambar bunga mekar yang cantik dan sepasang merpati putih diatasnya, sekilas mirip sebuah scrap book minimalis, terletak manis di meja kayu berhiaskan bunga anggrek pada vas kecil bening.

**
Seminggu lalu kamu menyatakan cinta lagi padaku, sebuah hubungan yang kau bilang berdasarkan cinta, sebuah hubungan dengan rasa yang ternyata belum juga padam di telan waktu. seminggu lalu kita menyatu lagi sebagai sepasang kekasih. seminggu yang lalu hanya kamu dan aku yang mengetahui tidak banyak orang yang tahu, walau ternyata aku ingin sekali dunia tahu bahwa aku dan kamu kembali di persatukan lagi. perasaanku seperti terbang ke langit ke tujuh tempat para bidadari berteduh, sepertinya para kumbang ikut merayakan bersama mekarnya bunga di taman, di taman hati ku yang dulu kau bumi hanguskan. ya, aku masih sayang kamu.

Ternyata tidak begitu banyak perubahan yang terjadi setelah kita putus beberapa bulan lalu, kamu masih cuek seperti dulu, dan aku bisa memakluminya setelah beberapa alasan yang kau berikan, aku memahami sikap mu yang seperti itu, yaa.mungkin kamu memang seperti itu dan bisa ku terima. tapi, aku masih menyimpan rasa penasaranku, rasa ketidakwajaran dan tidak sehat dalam hubungan ini setelah akhirnya kita memutuskan kembali untuk menyatu, menyatu untuk membawa hubungan ini lebih dalam.

Walau aku iri terhadap pasangan lain yang saling mencurahkan kasih sayang nya dengan perhatian yang kadang terdengar lebay, bagiku kadang kita butuh sesuatu yang lebay untuk bisa tersenyum malu ketika mengingatnya kemudian hari, the sweetest thing is lebay, sometime.

Kesibukkan yang menyita selama 24 jam dalam sehari, kamu pasti ingat untuk pulang kerumah, untuk bertemu dengan ibu dan saudara mu, untuk mengangkat telephone dari siapa pun yang memanggil dirimu. untuk membaca pesan yang dikirimkan kepadamu. aku tidak meminta banyak waktu yang telah tersita banyak oleh kesibukan yang mendera hari mu, pada satu hari 24 jam. bisa kah ku minta waktu mu satu jam saja, hmm... tiga puluh menit saja atau 10 menit saja, untuk mengetahui kabar hari mu, cerita mu hari ini. jika untuk menghubungi mu sulit, bisa kah kau balas pesanku. apa aku terlalu banyak menuntut. aku rasa itu masih dalam tahap wajar, aku sebagai kekasih mu. teman perempuanmu yang terdekat, yang seharusnya menjadi seseorang yang kau ingat di banding teman wanitamu yang lainnya.

Sehari dua hari tlah berlalu, dan kamu masih tetap cuek. aku ini siapa.. apa aku bukan siapa-siapa, bahkan lagi-lagi kamu sulit untuk dihubungi dan aku selalu memaklumi. mana dirimu yang seminggu lalu mencoba meyakini aku untuk kembali ke pangkuan hatimu, untuk kau jadikan permaisuri hatimu lagi, manaaa..!! seminggu yang lalu ketika kita mulai saling merangkai rencana untuk membangun sebuah bahtera bersama, menuju sebuah janji suci sehidup semati, membuka gerbang kehidupan baru bersama.

Aku mulai menyibukkan diriku, mengalihkan semua perhatian tentang dirimu. aku akan menjadi seperti dirimu. seminggu telah ku coba untuk berlaku cuek seperti hal nya dirimu, ku yakin kan bahwa kau akan merindukan seperti aku merindukan mu dan ini sungguh menyiksa ku, dan nyatanya aku salah. kamu masih tetap terdiam tanpa rasa menyiksanya sebuah rindu seperti yang aku rasakan. rasanya tiada berharganya diriku untuk bisa menjadi seorang yang kau cinta, seperti yang kau utarakan seminggu yang lalu.

Beberapa minggu telah berlalu, dan keadaan masih tetap sama, aku masih sabar dan menunggu. alih-alih ini adalah sebuah pikiran positiv yang aku ciptakan agar tak galau berkepanjangan agar air mataku tak lagi menetes. hanya karena sebuah kesalahan kecil, sebuah kebohongan yang menurutku tidak fatal dan masih bisa di maafkan justru menjadi umpan hebat bagimu untuk menumpahkan segala kesalahan kepadaku. kita putus.. tiada api namun asapnya membuat mata ku perih, tiada hujan kata-kata itu seperti petir yang menyambar disiang hari.

Tiada penjelasan logis yang bisa kuterima, bagimu aku adalah sebuah kesalahan, bagimu aku terlalu salah dan sangat teramat salah dan sulit untuk di maafkan. sabar ku cukup sampai disini, ini bukan cinta, bukan juga rasa sayang yang seminggu lalu kau utarakan padaku.

Rasa nya aku ingin berteriak langsung di hadapanmu, sabar ku cukup sampai disini, bagiku cukup untuk mengerti. tiada balasan pantas yang aku terima selama ini, penantian salah yang di artikan. hati yang ku jaga agar tak terluka lagi kini malah langsung kamu cabik-cabik tanpa perasaan. rasanya aku ingin melakukan hal yang sama mencabik dirimu hingga puas, memaki sepuas mungkin hingga lega, sampai terlontar sumpah serapah yang terucap untukmu.
kamu.. tau, kamu patahkan aku, patahkan aku tanpa perasaan seperti pembunuh berdarah dingin, kamu wahai pria yang maha baik bagaikan malaikat ternyata kamu tidak lah lebih baik dari yang ku kira. kamu iyaaa.. kamu entah apa tujuan mu seperti ini terhadapku, apa salahku pada mu. dan kamu lagi-lagi buat aku menangis sia-sia.

Seminggu kemudian..
Menatap undangan berwarna hijau keemasan berpita putih di atas meja kayu, tertuliskan
"To. Rida & Partner"

Kamu.. Aku sudah maafkan dirimu, walau dengan angkuhnya kamu merasa paling benar dan tak pernah terucap minta maaf dan tidak ku perlukan permintaan maaf mu karena aku sudah memaafkan tanpa kau meminta.
Semoga kamu bahagia dengan pilihan terakhirmu, semoga ia benar-benar wanita yang tepat untuk mu. Selamat berbahagia, untuk kau yang pernah singgah di hatiku, yang pernah memberiku banyak pelajaran, yang menyadarkan ku bahwa kau bukanlah orang baik untuk ku, kau imam untuk wanita lain. yang baik untuk orang lain. yang mengubah teori ku bahwa ketidak pedulian itu bukanlah sifat seseorang untuk terus di maklumi, justru cinta dan sayang akan membuatnya menjadi lebih peduli, bukan lupa.

Di akhiri oleh helaan nafas yang membuat ku lebih lega dari biasanya, seperti melepaskan caril seberat 6kg pada pundak lalu menghempaskan tubuh pada tempat tidur di sebuah kamar yang nyaman bernyanyikan burung gereja di bibir jendela. sebuah perjalanan yang kini aku akhiri, dan akan aku mulai dengan perjalanan lainnya hingga terhenti pada tujuan yang selalu ku nanti.


* Terinspirasi dari cerita galaunya seorang teman, yang tidak akan kusebut namanya *yaiyalaaahh.. ntr gw dijitak sama dia hahahha..
kurang lebih seperti itulah ceritanya, bisa dibilang based true story gak nih.. *Nyengiirrrr
tempat dan kejadian apabila ada yang sama merupakan suatu kebetulan, kayaknya sih semua orang pernah merasa seperti ini juga, paling sedikit berbeda latar belakang history-nya, point nya sih sama.. you know what i mean kan :)


Label: