Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan? - Bersyukurlah



Hari ini Allah memberikan aku hadiah lewat rasa sakit, mengembalikan tubuhku yang lelah untuk istirahat dirumah. Hari ini Allah mengingatkan ku tentang bagaimana cara aku harus bersyukur atas kesehatan. Cara-Nya yang mengingatkan-ku untuk lebih mencintai diri sendiri.

Ketika engkau mengabulkan permintaan sederhana-ku yang hanya ingin kerja dengan suasana santai dan tidak dengan berpakaian formil, kini engkau kabulkan. sesederhana itu lalu aku lupa. Sesering aku lupa ketika bahagia dan lari kepada-Mu ketika kesulitan. Maka sesederhana itu tuhan selalu ada disaat aku membutuhkan. Dan aku masih saja mengeluh dan tidak puas.

Beberapa kali aku pernah mengalami kecelakaan motor, tapi Allah selalu menolongku. Andaikata tubuhku terluka tapi setidaknya tidak sampai mengalami patah tulang, atau bahkan sampai merenggut nyawa. Dengan cara-Nya Allah kembali memperingatkanku untuk lebih hati-hati dijalan, untuk tidak mengantuk saat mengendarai motor, dan untuk lebih waspada. Alhamdulillah sampai saat ini anggota badanku masih lengkap.

Semakin aku bersyukur atas nikmat-Mu. walau aku selalu mengeluh kekurangan, tapi engkau malah menambah nikmat itu berkali-kali lipat. Ada satu benda yang aku inginkan, tapi tuhan memberikannya dengan cara berbeda. Dia memberikan rejeki yang tak terduga lewat kemampuan kecil-ku yang belum seberapa ini. Sebuah handphone android yang harganya memang bukan puluhan juta, kemampuannya pun tidak bisa hidup dalam air atau mempunyai kamera dengan super canggih atau-pun dengan dengan icon buah tertentu. Tapi aku senang akhirnya aku mendapatkannya dengan cara tak terduga. Fee nulis keluar secara bersamaan, dari 2 artikel yang dibuat. Alhamdulillah..

Tapi agak sedikit heran dengan beberapa tanggapan orang ketika aku menjawab berapa fee yang didapat dari 1 artikel. Yang menurut mereka adalah kecil, tapi bagi-ku itu besar banget dan itu seperti bonus. Dengan menyadari gaya penulisan atau apapun itu, tulisan aku gak bagus-bagus banget bahkan cenderung masih berantakan hehehe.. tapi Allah mengapresiasikan usaha-ku ini dengan memberikan jalan (rejeki) lewat tulisan. Bahkan DIA terus menambah nikmat itu. Alhamdulillah..

Ada kebahagiaan kecil dimana aku bisa menjual cake buatan sendiri, padahal ada sebagian orang yang mencibir cake buatan-ku tidak layak jual. Rasanya menohok sekali, dan ketika itulah mental berdagang di uji. Sempet down dan sama sekali tidak percaya diri, tapi semangat dan cita-cita dari dalam diri lah yang menolong serta terus berdoa kepada Allah agar selalu dimudahkan. Memang tidak banyak tapi aku berhasil membuatkan sesuatu untuk bisa dijual dan dinikmati oleh orang lain. Tidak begitu banyak menuai kritik, saran maupun pujian tapi setidaknya menumbuhkan kembali kepercayaan diri. Padahal kalau dipikir dari hasil membuat itu semua keuntungannya tidak seberapa. Uang, tenaga, waktu dan pikiran terkuras. Kalau dilihat hasil apa yang didapat pun kadang tidak  terlihat, pasti selalu aku belikan perlengkapan baking lagi Atau malahan tidak tau keuntungan tersebut habis untuk apa. Tetapi aku tetap bersyukur karena dari sedikitnya yang aku kerjakan ada pengalaman yang aku dapatkan. Entah itu managemen waktu atau terus mengolah skill. Dan nyatanya masih ada yang suka nanya untuk pesan cake ke aku. Alhamdulillah..

Dan masih banyak hal yang patut kita syukuri, apa yang menjadi milik kita itulah yang patut kita syukuri. Semakin kita bersyukur Allah akan terus memberikan nikmat itu. keluarga yang masih utuh, rumah yang tidak kebanjiran. Seperti disaat ini orang-orang yang menggigil kedinginan tidur di tenda pengungsian, tengah malam was-was tidak bisa tidur karena takut air masuk kerumah ketika hujan deras terus menerus. Dikelilingi oleh orang yang kita cintai. Masih mempunyai pekerjaan disaat diluar sana ada banyak orang yang terus mencari pekerjaan.

"Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban" (Ar-Rahman)

(Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?)

dalam Surat Ar-Rahman, "Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?" kalimat ini ditulis 31 kali dalam surat ini. jadi, pantaskah saya terus mengeluh pada satu kejadian yang menimpa, sedangkan diluar sana masih banyak yang lebih "kekurangan" daripada saya namun ia terus berjuang dan bersabar.

Mungkin kadang kita melihat kehidupan orang lain lebih menyenangkan, padahal belum tentu. hanya saja dia tidak pernah mengeluh. Teruslah bersabar dan bersyukur itu lebih baik ^__^



Yaa Allah, aku hanya seorang manusia yang engkau ciptakan dari sekumpulan daging dan darah yang kemudian engkau tiupkan ruh. Yang tidak tau cara berterima kasih dan bersyukur atas nikmat yang engkau berikan. Yang manakala aku lupa dan hanya ingat ketika aku susah. Yang selalu merasa kekurangan dan tak pernah puas. Aku manusia sombong yang sangat kecil di hadapan-Mu. seakan sudah memiliki segalanya padahal engkau pemilik bumi ini. Aku manusia sombong yang tertawa menang padahal sesaat itu pula engkau dapat mengubahnya menjadi derai air mata tanpa henti. Tetapi engkau selalu membukakan pintu maaf selebar-lebarnya, ketika sujud bertaubat.


Oleh aku yang sering lupa atas nikmat-Mu

Label: , ,