Tips Photography : How to Make Levitation Picture with Smartphone

Bermodal ke-sotoy-an dan tingkat pede yang tinggi. mau bagi-bagi tips sederhana dan cetar seputar Fotografi, How to Make Levitation Picture with Smartphone hehehe.. tapi semoga aja bermanfaat yaa bu ibu..

Sekarang udah banyak handphone dengan kualitas kamera yang canggih, sampai berpuluh megapixel juga ada. Walau bermodalkan kamera handphone. kita tetap masih bisa menghasilkan foto yang keren. Tergantung bagaimana kita mengetahui kekuatan senjata yang kita miliki. Percuma kan kalo punya kamera DSLR tapi gak bisa pakainya. Maksudnya cuma ngerti auto aja dan percuma juga punya handphone dengan kamera bagus tapi taunya cuma motret gitu-gitu aja padahal ada banyak pengaturann didalamnya yang bisa kita utak-atik sendiri.

Foto ala model, apalagi dengan background dan suasana yang keren pasti menambah syahdu hasil foto kita. Tapi, foto dengan gaya tak biasa seperti seolah-olah berada dalam daya grafitasi itu pasti keren. Melayang tanpa alat bantuan dan terlihat seperti melakukan aktifitas tanpa beban. Tekhnik tersebut bernama Levitasi.


***


Ada Yang Tau Levitasi?

Levitasi merupakan sebuah tekhnik yang sudah tidak asing lagi di dunia fotografi. Pertama kali teknik foto ini pernah dilakukan oleh Jacques Henri Lartigue pada tahun 1905 dalam karyanya yang berjudul "Cousin 'Bichoade' in Flight". Yang kemudian tekhnik ini kembali populer ketika seorang fotografer asal Jepang bernama Natsumi Hayashi, upload hasil foto-foto levitasi di situs pribadinya.

Bukan  hanya itu di Indonesia teknik levitasi kemudian booming sekitar tahun 2013 oleh para kumpulan pecinta fotografi yang menamai diri mereka Komunitas Levitasi Hore. Bagi sebagian orang berfikir untuk mendapatkan hasil foto levitasi yang bagus adalah dengan menggunakan kamera DSLR. Akan tetapi dengan menggunakan smartphone yang kita miliki bisa mempunyai hasil gak kalah kerennya.


credit by http://www.yowayowacamera.com/


credit by http://www.yowayowacamera.com/


***


Tips dan Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan Ketika Levitasi

1. Levitasi Berbeda dengan Lompat (Jumpshoot)
Meskipun hampir sama, akan tetapi levitasi berbeda dengan melompat. Levitasi merupakan foto melayang yang terlihat secara natural mungkin, dengan melakukan kegiatan di udara seperti biasanya. 

Jikalau melompat terlihat seperti bahu terangkat, rambut berantakan, ekspresi wajah yang biasanya terlalu ceria dan mulut terbuka tanpa makna, aksesories yang dipakai berantakan (tidak natural). Maka levitasi sebaliknya.


ini namanya melompat (Jumpshoot).. 
(photo waktu ke dieng) hihihi.. jadi kangen deh..

dan ini teknik Levitasi, credit by. koleksi Iik Hikmatullah

Sebenarnya apabila menemukan foto dengan gaya terpental, itu bukanlah merupakan salah satu tekhnik levitasi melainkan hal tersebut terjadi karena model terdorong/terpental. Walau sebenarnya terdorong dengan secara sengaja sehingga terlihat seolah-olah terdorong sih. *langsung keluarin jurus kamehameha :p


2. Tidak Asal Lompat
Untuk mendapatkan hasil foto levitasi sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu mau menggunakan posisi seperti apa. Sehingga ketika proses pengambilan gambar bisa mendapatkan objek dengan baik tanpa ada bagian tubuh yang blur. Akan tetapi posisi kaki yang terlalu menekuk, biasanya terlihat seperti orang yang sedang melompat, usahakan kaki yang dibuat melayang dan terlihat natural di udara tanpa beban.

Biasanya levitasi bergaya seperti menuju suatu arah dengan menekuk kaki sekitar 45 derajat dan badan agak condong kedepan. Akan tetapi bisa juga model berlevitasi tanpa harus menekuk kaki, cukup melompat dengan kaki tetap lurus. 


Teknik Levitasi dengan Menekuk Kaki dan Badan Agak Condong -
Credit by. Koleksi Iiek Hikmatullah



Melompat tanpa harus menekuk kaki


3. Diam di Tempat
Model ketika akan levitasi cukuplah untuk melompat disatu tempat tanpa harus berlari. Karena akan memudahkan fotografer mengambil gambar dengan frame yang pas, dan tidak mendapatkan bagian tubuh yang blur. Sehingga foto levitasi yang didapatkan-pun sesuai. 


4. Pengambilan Gambar dengan Low Angle (Dari Bawah)
Pada dasarnya untuk melakukan foto levitasi sang model haruslah melompat, akan tetapi tidak semua orang bisa melompat, bahkan bisa menggunakan alat bantu seperti kursi. Untuk itu agar tetap terlihat natural dan dapet banget levitasi-nya. Sang fotografer bisa mengambil gambar dengan low angle (dari bawah) sehingga objek yang diambil bisa terlihat lebih tinggi ketika levitasi.


5. Ambil Foto Ketika Objek Naik Ke-Atas
Beberapa tahap ketika seseorang melompat yaitu :

a. Naik ke atas
Tahap ideal untuk pengambilan gambar ketika objek atau model naik ke atas, karena pada tahap tersebut rambut dan pakaian model cenderung rapi.

b. Berhenti sejenak di udara ketika di titik puncak (hovering)
Di tahap ini rambut dan pakaian model cenderung menggelembung akibat efek reaksi gravitasi sehingga terlihat kurang natural.

c. Turun ke bawah. 
Sebaliknya ditahap ini, rambut dan pakaian model akan terlihat berantakan seperti naik ke atas karena dorongan angin.

Agar tetap terlihat rapi, apalagi modelnya adalah perempuan dengan sejuta ke-rempongan hehehe.. Ada baiknya untuk menggunakan hairspray rambut , bando atau jepitan, agar rambut tetap terlihat selalu rapi dan kece.


6. Levitasi dengan Bantuan Rekayasa Digital
Komunitas Levitasi Hore, memperbolehkan menghasilkan foto levitasi dengan cara apapun termasuk dengan cara rekayasa digital. Pada cara seperti ini model levitasi dengan tidak melompat akan tetapi dengan menggunakan alat bantu seperti kursi, meja, batu atau alat lainnya untuk menopang tubuh sambil berpose seolah-olah sedang levitasi. Kemudian dengan bantuan magic dari software seperti Photoshop, alat bantu tersebut dihilangkan. Untuk itulah cara seperti itu disebut Photoshoptrick.

Ingin melakukan levitasi tapi mempunyai beberapa kondisi yang tidak memungkinkan tekhnik ini memang sangat berguna seperti : 
a. Model yang mempunyai keterbatasan untuk melompat karena berat badan yang berlebih atau sedang cidera.

b. Konsep yang terlalu ekstrim sehingga sulit melakukan lompatan.

c. Faktor keamanan ketika akan melompat seperti lantai licin, memakai sepatu hak tinggi, gaun yang terlalu panjang atau lantai yang berkerikil dll.


Batu sebagai tumpuan bisa dihilangkan dengan menggunakan Photoshoptrick 
credit by. koleksi Dimas


7. Tema Levitasi dan Alat Pendukung
Untuk melakukan levitasi bisa menggunakan alat pendukung atau aksesoris seperti buku, payung, sapu, tas dan lain-lainnya. Jadi bukan hanya sekedar melompat levitasi akan tetapi seperti sedang melakukan kegiatan dalam keadaan melayang. 

Selain itu alat pendukung yang dipergunakan berguna untuk memperkuat sebuah tema, sebaiknya mempunyai konsep dan cerita yang unik serta menarik. Itu semua juga bisa didapat dengan pengambilan gambar di lokasi yang dapat bercerita contohnya pasar, perpustakaan, jalan tol dll.


Ceritanya ala-ala Harry Potter, Credit by. Koleksi Dimas


8. Sumber Cahaya
Dikarenakan untuk melakukan teknik levitasi butuh shutter speed tinggi agar mendapatkan hasil yang maksimal maka membutuhkan juga cahaya yang maksimal. Baik dari matahari maupun dari sumber cahaya lain. Karena jika menggunkan cahaya flash tidak bisa melakukan burst. 

Dalam penggunaan pengambilan gambar dengan smartphone, wajib membutuhkan cahaya dari matahari, sebab shutter speed pada kamera smarphone kurang terkontrol dengan maksimal. 

Dengan tujuan agar gambar yang dihasilkan lebih tajam dan jelas. Ketika model sedang melakukan aksi, sebaiknya model ditempatkan pada tempat yang memperlihatkan bayangan dirinya. Untuk lebih meyakinkan dan terlihat model sedang melayang. Sedangkan jika tidak mempunyai bayangan takut kalau nanti gambar yang dihasilkan blur dan model kurang terlihat melayang.



***


Aplikasi Pendukung untuk Melakukan Levitasi

Sekarang saatnya bagaimana cara mendapatkan levitasi dengan menggunakan smartphone. Karena jika menggunakan kamera DSLR bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting) yaitu dengan sekali menekan tombol jepret, bisa menghasilkan beberapa foto sekaligus. 

Untung jaman makin canggih ya bro, kini bukan hanya kamera DSLR saja yang mempunyai burst mode, pada smartphone pun sekarang sudah bisa. Ada beberapa aplikasi serupa yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil foto sekaligus pada hitungan sepersekian detik sekali jepret. 

Aplikasi gratis yang dapat di unduh pada iOS diantaranya Burst Camera Extreme Free, Burst Camera Continous Shutter, Burst Mode Camera Free.

Sedangkan Aplikasi iOS yang berbayar juga tidak kalah banyak, tentunya mempunyai kecepatan yang berbeda dan beberapa fitur lainnya dibandingkan dengan gratis hehehe.. diantaranya ada Burst Camera Extreme (versi Upgrade), Burst Mode High Speed, Superburst Camera dll

Untuk Google Play aplikasi yang digunakan diantaranya ada Spritefish.

Berhubung pada tekhnik levitasi kali ini saya menggunakan iphone 4 dan 5s maka terdapat beberapa cara untuk menghasilkan gaya levitasi.



***


Contoh Lokasi Levitasi

Sebagai percobaan untuk melakukan levitasi dan itupun tidak sengaja menemukan lokasi yang pas sekali. Saat itu gw sedang melakukan perjalanan pulang bersama oong dari arah Tangerang menuju Meruya. Seringnya sih kalau menggunakan sepeda motor, kami berdua selalu memotong jalan melewati perumahan dan perkampungan agar tidak tua dijalan akibat terjebak macet hehehe..

Saat itu tanpa disadari, di sore hari sebuah perumahan yang sering dilalui namanya Perumahan Metro Permata Utama, terlihat pada ujung jalan sedang dalam tahap dibangun, sebuah jalan besar untuk kendaraan roda empat menuju Jalan Tol. Saat itu muncul-lah sebuah ide untuk melakukan sesi foto disana. Dengan PD-nya kita berdua minta ijin kepada security untuk masuk kedalam melakukan kegiatan foto-foto. Dan berhasiill.. horeee.! Soalnya bukan hanya kita berdua yang lalu lalang, ternyata banyak juga warga sekitar yang melewati tempat tersebut, mungkin motong jalan kali yaaa hehehe..


Pengambilan gambar dengan menggunakan Panorama

Untuk mencapai lokasi yang menjadi sasaran foto pada saat itu, Kalau melakukan perjalanan dari Meruya menuju Tangerang melewati Jalan Wanamulya Utama dan Jalan Raden Saleh sudah dipastikan akan menemui jalanan yang tidak begitu besar serta berliku dan rusak. Apalagi selama perjalanan kesana tidak jarang berpapasan langsung dengan truk segede gambreng (menjelang sore ke malam hari lebih banyak).

Tapi, kalau berkendara menggunakan Toyota Agya sih pasti aman dan nyaman aja. Apalagi kalo perginya bareng orang kesayangan, halaah hahahha. Buktinya jalan berliku dan tajam serta bukan jalan besar bisa dilalui dengan mudah. Tau sendiri kan Toyota Agya punya body mungil nan aduhai kaya gw. 


Keren bangeeett kan.. credit by.http://www.toyota.astra.co.id/product/agya/



View-nya asik kan.. 

Kalau jalan tol ini udah beroperasi gak mungkin lagi bisa sepi seperti ini lagi di siang hari. hohoho..



Untuk masalah keamanan lainnya, Toyota Agya mempunyai dual SRS air bag, Body Structure Reinforcement serta Seatbealt with Pretensioner & Force Limiter. Selain stylist harganya pun gak nyekek banget, cocok untuk First Jobber yang sukanya hunting kemana-pun. 

Kemudian kita tes se-irit apa Toyota Agya ini, Udah bolak balik dari Meruya-Tangerang-Pondok Gede ternyata Toyota Agya ramah banget di kantong, soalnya si mungil ini udah LCGC alias Low Cost Green Car. 

Credit by. http://www.toyota.astra.co.id/product/agya/

Saat itu waktu sudah memasuki sore hari. Kami berdua pun melakukan beberapa tekhnik levitation dengan menggunakan kamera handphone. Selain udah kesorean saatnya kita pulang. Terus kita bertemu juga dengan anak-anak yang asik main bersepeda bersama temennya. Sebagai bonus, gw ajak mereka untuk ikutan berpose levitasi hehehe..

Ada yang lompat ada juga yang belom lompat hihihi.. 

Asyiknya main sepeda sama teman-teman

Nah, berikut adalah cara bagaimana melakukan pengambilan foto levitasi dengan smartphone, karena disini gw adanya kamera iphone, maka ada dua cara yang bisa dilakukan. Yaitu dengan menggunakan aplikasi, dan tanpa menggunakan aplikasi alias bawaan langsung dari handphone.

Untuk yang pakai smartphone android, juga bisa kok.. diatas sudah disebutkan yaa aplikasi apa yang bisa di downlod dari google play.



How To Make Levitation Picture with Smartphone


A. Menggunakan Iphone 5s

1. Handphone dengan logo apel di garot setengah ini emang kadang harganya bikin meringis ya. Akan tetapi setimpal dengan apa yang didapat. Dengan spesifikasi kamera belakang 8 megapixel dan kamera depan 1,2 megapixel.

2. Disarankan untuk mengambil gambar ketika pagi sampai menjelang sore hari. Dikarenakan cahaya yang didapat cukup bagus untuk memotret dengan handphone, biar lebih jelas.

3. Auto lock model pada kamera, agar model dapat terlihat fokus. Dengan cara menyentuh model pada layar kamera secara lama hingga muncul tulisan ae/af lock.

4. Beri aba-aba dan hitungan kepada model sebagai tanda untuk siap melompat.


1..2..3.. Lompaattt

Levitasi membelakangi cahaya juga asyik kok, terlihat kan bedanya (lihat pada bayangan) ketika akan naik ke-atas dan hovering

Hasil zoom pada kaki.. hehehe

5. Ketika model mulai melompat, tekan tombol rana (shutter) pada kamera secara terus menerus tanpa dilepas. Maka dengan sendirinya kamera akan menangkap gambar dengan cepat. Dan melepas tombol shutter ketika dirasa model telah selesai melompat. Akan tetapi memori pada handphone sangatlah mempengaruhi kinerja hp itu sendiri. Jika terlalu banyak data maka hp menjadi lambat dan melakukan pengambilan gambar menjadi sedikit lama.

6. Setelah itu buka hasil foto dari gallery, kita dapat memilih photo mana saja kira-kira yang cocok dan pas untuk levitasi. Jika kurang puas maka ulangi lagi untuk mengambil gambar. Yapp.. melompat itu capek broh.

  1. Buka Galleri
  2. Select foto levitasi
  3. Pilih salah satu foto yang levitasi
  4. Hasil foto lompatan levitasi bisa di simpan semua atau pilih salah satu foto hasil akhir 




Levitation Picture (Hasil Akhir)






dan cara lainnya yaitu dengan menggunakan Iphone 4 akan tetapi kali ini menggunakan aplikasi. Mungkin karena software pada iphone type ini kurang mendukung sepertinya. Jadi agak berbeda dengan Iphone 5s. 

Sebenarnya sih bisa aja, cuma kecepatan pengambilan gambar yang dihasilkan Iphone 4 sedikit lebih lambat dibandingkan dengan generasi terbarunya. hehehe.. 



***


B. Menggunakan Iphone 4

1. Kali ini saya mengunduh salah satu aplikasi yang gretongan hahahha.. namanya Burst Camera Extreme Free *anaknya suka banget yang gratisan tapi aduhai.




2. Bedanya menggunakan aplikasi dengan tidak menggunakan aplikasi adalah. Jikalau tidak dengan aplikasi tangan harus dengan senantiasa terus menekan tombol shutter pada kamera hingga model selesai melompat. Sedangkan dengan menggunakan aplikasi ketika model sudah pada frame yang kita inginkan, dengan sekali menekan shutter maka dengan sendirinya kamera handphone mengambil beberapa gambar sekaligus, kira-kira bisa sampai 20 gambar sekali jepret.

3. Menggunakan Burst Camera Extreme ada beberapa kelemahannya yaitu rear camera resolution pada setting, yang didapat hanya mendapatkan VGA, untuk bisa secara maximal kudu di upgrade alias harus pakai aplikasi yang berbayar hehehe.


Klik icon setting

Beberapa option yang bisa kita setting

4. Selain itu pada icon setting yang terdapat di tengah atas pada layar terdapat pilihan Delay Between Pics. Bisa dipilih sesuai kebutuhan No Delay atau 1/10 sec. Merupakan jeda waktu yang dapat kita tentukan ketika pengambilan gambar. Gw pilih No Delay karena gak suka menunggu, tau sendiri kan menunggu itu membosankan *apasih :p

5. Picture limit atau banyaknya gambar yang akan diambil pun mulai dari 10,20,50 sampai 1000.

6. Untuk shooting mode pilih continous (karena cuma itu pilihannya).

7. Timer Delay adalah jarak lamanya waktu dalam pengambilan gambar. Tapi coba pilih Disabled.

8. Kembali ke main screen, beri tanda off pada flash pada icon yang berada di kiri atas. Karena dengan menggunakan pencahayaan yang cukup maka hasil gambar yang didapat bisa dipastikan akan sesuai. Jadi tidak memerlukan flash.




9. Sebelum menekan shutter berilah aba-aba atau tanda pada model agar secara bersamaan siap untuk melompat dan menekan tombol shutter.




10. Setelah selesai mengambil gambar, tekan tombol sebelah kiri bawah (gallery) untuk menseleksi gambar mana saja yang pas dan sesuai kemudian klik save. 


Gallery hasil foto levitasi, pilih salah satu foto favourite


Levitation Picture (Hasil Akhir)





***


Efek Gravitasi untuk Food Photography

Aplikasi tersebut selain digunakan untuk tekhnik levitasi bisa juga untuk memotret makanan dan minuman. Seperti air dalam gelas yang terlihat seperti muncrat perlahan di udara. Itu tuuh kaya foto para master food blogger yang bikin gemes.

Untuk step by step dalam foto ini saya menggunakan Aplikasi Burst Camera Extreme Free pada kamera Iphone 4. berikut hasilnya :

Gallery hasil foto menggunakan aplikasi, sekali jepret bisa menangkap gambar secara cepat sekaligus

Hasil Akhir setelah di crop.. hehehe..


***

Mengasyikan bukan foto narsis dengan teknik levitasi, apalagi ketika baru menemui tempat seru yang jarang ditemui dan belum banyak orang lain yang mengetahuinya. Kapan lagi foto-foto ditengah-tengah jalan tol yang sepi.  Menikmati sunset di tengah jalan tol yang sedang dibangun seolah-olah berada disuatu tempat yang sepi penghuninya. hihihih (korban film banget sih gw)

Serta lebih peka pada daerah sekitar, balkon sekitar kantor kalau emang memadai juga bisa dijadikan tempat untuk foto. Semua tergantung kepada siapa yang mengambilnya, Walau tempat biasa saja bisa jadi luar biasa dan bercerita. Ya gak siih broh..!

Yakin nih, gak penasaran pengen coba levitasi..
Gak ada kata ketinggalan jaman untuk mencoba dan mengeksplor sesuatu hal yang baru..
dan teknik seperti ini juga bisa dijadikan ide untuk diikutsertakan pada lomba foto loh.. hohoho..




Bonus..
Kurang Minum Air Putih.... hahhaha



Selamat ber-foto ria.
Sun Sayang dari akoe, titik dua bintang










sumber :
http://levitasihore.net/
http://id.wikipedia.org/wiki/Levitasi_(fotografi)
http://citizen6.liputan6.com/read/637590/6-tips-membuat-foto-levitasi
http://www.toyota.astra.co.id/

Label: , ,