Korean Food Fair 2015 at Kota Kasablanca


Sabtu lalu gw menghadiri Korean Food Fair 2015 di Kota Kasablanca yang diadakan oleh Korean Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs (MAFRA) dan didukung oleh aT (Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation).

Malaysia merupakan negara pertama diadakannya Korean Food Fair 2015 bulan Agustus yang kemudian di susul oleh Jakarta dan yang terakhir di Dubai.

Sebagai penanda terjalinnya hubungan baik antara Korea dan Indonesia selama 42 tahun. Setelah Opening Ceremony selesai, Para pengunjung diajak untuk ikut serta menyaksikan proses pembuatan kimbab sepanjang 42 meter. well, kebayang kan gimana heboh dan meriahnya acara tersebut. Apalagi setelah selesai kimbab dibagikan kepada seluruh pengunung mall Kota Kasablanca yang hadir.


Seperti yang kita tahu, kimbab merupakan makanan khas korea yang terbuat dari nasi dibalut dengan nori atau kulit rumput laut kering dengan isi bervariasi. Makanan khas korea yang satu ini memang cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia.

Selain itu ada beberapa pertunjukan menarik yang ditampilkan langsung oleh pemuda-pemudi ganteng korea.




Untuk itu pemahaman akan pentingnya kehalalan sebuah makanan telah menjadi salah satu alasan utama K-Food Fair di gelar. "Selain menyesuaikan diri dengan budaya setempat, ketika melakukan penetrasi ke pasar bisnis Indonesia, paham bahwa sektiar 87% penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam, untuk itu kami berusaha sebaik mungkin agar dapat menyajikam ragam makanan yang halal sehingga dapat dikonsumi tanpa perlu ada rasa khawatir lagi" ungkap Jae Su Kim, selaku Presideng aT (Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation).





Terlihat dari beberapa booth yang ikut serta dalam acara K-Food Fair 2015 di Kota Kasablanca. Berbagai macam makanan khas korea dalam bentuk instan ataupu snack dan minuman. Dapat kita rasakan secara gratis apabila ingin mencobanya sebelum membeli. 








Tidak hanya soal makanan, disini juga disediakan informasi mengenai budaya Korea dengan manyaksikan martial art, mempelajari seni melipat kertas, dan yang tidak kalah menariknya dan selalu mendapati antrian panjang adalah mencoba pakaian tradisional Hanbok.





Selain pecinta drama korea, urusan makanan emang yang paling menarik minat utama. Tapi, sayang kadang berbalik ke arah masalah Halal atau tidaknya. Nah Korea muslim Federation (KMF) merupakan satu-satunya sertifikasi halal di korea, dan telah mendapatkan dukungan dari MAFRA dan aT. 





Tahun kemarin, sertifikasi halal KMF telah mencapai kesetaraan dengan JAKIM di Malaysia, saat ini KMF sedang memproses untuk memperpanjang sistem cross-certification dengan MUI Indonesia. Dengan begini, tidak perlu ada rasa khawatir dan tebak-menebak buah manggis dengan berbagai macam makanan, snack serta minuman kemasan korea. 








Setelah itu gw bersama dengan teman lainnya makan di sebuah restaurant yang menyajikan makanan khas korea yaitu Kyochon.

Menyajikan beberapa menu khas korea dan street foodnya berupa Ayam Goreng khas korea, Nasi Bulgogi, Galbi Chicken Rice dan Dessertnya Pancake.






Ada satu makanan khas korea yang kurang diterima oleh lidah gw, yaitu kimchi. Rasanya asamnya menurut gw agak aneh. Karena memang kimchi dibuat dengan cara difermentasikan.

Akan tetapi berbeda dengan sajian Galbi Chicken Rice yang gw pesan di Kyochon. Nasi yang digoreng dengan kimchi serta bumbu lainnya membuat rasanya semakin kaya dan berbeda, memang sih agak terasa asam cuma jadi lebih enak aja. Ditambah dengan Galbi Chickennya yang juicy.




Walau K-Food Fair hanya diselengarakan selama dua hari saja 17-18 Oktober 2015, jangan kecewa yang belum sempat untuk menghadirinya. Karena acara tersebut akan diselenggarakan secara rutin per-tahunnya. Untuk yang mau informasi lebih lanjut dan tidak lagi ketinggalan acaranya bisa langsung mengunjungi www.kfoodfair2015.com

Label: , , ,